Cerita Sex Sisi Gelap Dalam Dirinya.] – Part 16

Cerita Sex Sisi Gelap Dalam Dirinya.] – Part 16by adminon.Cerita Sex Sisi Gelap Dalam Dirinya.] – Part 16Dark Secret [Setiap Orang Mempunyai Sisi Gelap Dalam Dirinya.] – Part 16 Chapter 11: RAISA SECRET —————————————————————————————————————– Kenapa tidak bangun juga? Padahal didepan, seorang kupu-kupu malam sudah telanjang menanti. Malu. Hanya itu yang bisa kurasakan. Mas, koq belum bangun juga sih? Aku emut ya? Dengan telaten dia menciumi penisku. Namun penisku belum bangun juga. Apakah […]

tumblr_no6ncfkzPh1uv8wono4_1280 tumblr_no6ncfkzPh1uv8wono5_500 tumblr_no6ncfkzPh1uv8wono6_500Dark Secret [Setiap Orang Mempunyai Sisi Gelap Dalam Dirinya.] – Part 16

Chapter 11: RAISA SECRET
—————————————————————————————————————–

Kenapa tidak bangun juga?
Padahal didepan, seorang kupu-kupu malam sudah telanjang menanti.
Malu.
Hanya itu yang bisa kurasakan.
Mas, koq belum bangun juga sih?
Aku emut ya?
Dengan telaten dia menciumi penisku. Namun penisku belum bangun juga.
Apakah aku

—————————————————————————————————————————————
Buset.

Ekspresi Raisa!
Gleekkkkk.

Lagi dan lagi. Raisa sukses membuat Andri junior berontak dikandangnya.

Ihhh,,,, segitu aja dah bangun, apalagi dikasi ini Sahut Raisa sambil menaikkan rok yang dipakainya.

Glekkkk.

OMG!

Terlihat celah kecil diantara rimbunnya semak-semak yang mengelilinginya.

Tanpa celana dalam lagi.

Huft, kapan aku bisa kerja kalau begini?

Hihihi.. awas keluar matanya mas Tawa pelan Raisa ketika aku melotot memandangi bagian tubuhnya yang kemarin kunikmati itu.

Huftttt.

Eh Is, handphonenya sudah ada sinyal?

Kataku mengalihkan pikiran-pikiran mesum yang mulai bermunculan bagai jamur dimusim hujan.

Belum ada mas Jawab Raisa sambil memperlihatkan handphonenya.

Waduh, takutnya nanti ada email atau telepon penting

Ehheemm, bilang aja takut ada panggilan dari Mbak Lidya Kata Raisa sambil tersenyum.

Yee Kami kan partner sekarang Is

“Partner ranjang maksudnya mas?”

Alamak!

Eh mas, kelihatannya ada warung lesehan didepan, mampir sebentar yuk, Is laper nih Kata Raisa sambil menatap dengan wajah memelas.

Ayo Is, mas juga laper, padahal kemarin habis makan besar, hehehe

Idih, dasar mesum!

Mas, tunggu dulu! Kata Raisa ketika aku hendak turun.

Kenapa is? Tanyaku heran.

Jangan disini makannya ya mas? Katanya terlihat sedikit malu.

Emang kenapa Is?

Ini kan warung lesehan, Is kan gak pake celana dalam mas, gak enak duduknya Kata Raisa.

Benar juga.

Sebuah ide muncul dibenakku.

Pakai kain pantainya aja Is Kataku sambil tersenyum.

Senyum mesum.

Gimana ya mas?

Daripada keliatan Is

Iya deh masKatanya sambil mengambil kain pantai dan mulai mengenakannya dengan sensual.

Gleekkkk.

Lagi.

Dan lagi.

Raisa membuatku panas-dingin.

Kuingat malam sebelumnya.

Malam yang panas.

Ayo mas Ajak Raisa sambil turun dari mobil.

Warung lesehan ini terlihat cukup luas. Dari jalan, warung ini dibatasi dengan pagar dari bambu yang tersusun rapi. Sebuah meja panjang terlihat dimasing-masing bilik yang tersedia.

Antar bilik dipisahkan dengan sebuah anyaman bambu setinggi satu meter. Sementara kasir dipojok bangunan. Jadi bisa dikatakan kalau makan kita tidak akan terganggu oleh yang lain.
Kami menuju bilik yang paling pojok dan melihat menu yang tersedia. Tak berapa lama terlihat, seorang gadis pramusaji menghampiri kami.

Mbak, mas, mau pesan apa? Tanyanya ramah.

Nasi goreng satu, jeruk hangat satu, Is mau pesan apa? Tanyaku pada Raisa.

Hmmmm, sama aja deh mas

Jadi nasi goreng dua, jeruk hangat dua ya mas? Tanya sigadis pramusaji.

Iya mbak sahutku.

Mas, mau langsung kepabrik atau gimana mas? Tanya Raisa ketika si pramusaji telah menghilang.

Kalau mas pengennya langsung aj Is, sudah lumayan telat neh

Ihhh, mas tega, masa aku gak pake daleman kekantor? Jawab Raisa sambil merenggut.

Kan udah gak kelihatan juga Is

Iya deh mas, tapi jangan sampai sore ya? Tawar Raisa.

Siiiipppp bosss

Drrrrtttt…..drrrrttttttt…drrrttttt

Drrttttt…drrrttttttt…drrtttttttt…..

Beberapa kali getaran terasa di kantongku. Kulihat handphone sebentar dan terlihat beberapa notifikasi.

Oh iya, aku belum memberi laporan kepada teamku!

Is, masih jauh jarak dari sini ke pabrik?

Paling lagi 10 menitan mas, kenapa mas?

Mau buat laporan, dan peta jalur kita dari Jakarta sampai dipabrik, biar timku bisa buat rancangan programnya Jelasku pada Raisa.

Kulihat ada beberapa sms dari Frans dan Edy, semuanya menanyakan statusku sekarang. Kubalas satu persatu.

Tidak ada sms dari si-celana-dalam-putih.

Kenapa aku mengharapkannya?

Sudahlah!

Setelah selesai mengecek sms, aku cek email. Ada beberapa email, email dari Erlina menyita perhatianku.

From :[emailprotected]
/* */
To : Pak Andri ;
Subject : Alfa Medika Security Akses.

Selamat Sore pak,

Ade dari bagian programming minta akses untuk security dari Alfa Medika, karena dari draft yang bapak kasi, ada security yang mengawasi alur system yang diminta nantinya. Jadi kalau bisa Ade minta user name dan password level admin dan atau installer dari security filenya. Biar nanti bisa running test di server kita,

Terimakasih..

Erlina.

Sekretaris
Gteam www.gteam.com

Hmmmm, as always, Erlina selalu bisa diandalkan. Mungkin aku perlu menaikkan gajinya.

Is, aku dapat email dari sekretarisku, untuk security program di Alfa Medika, siapa yang pegang?

Ada admin nya dikantor mas, untuk perusahaannya dipegang Troy Company, kenapa mas? Tanya Raisa.

Bisa minta username dan password untuk level admin, atau, sample security programnya? Untuk running testnya aja Is

Wah, untuk user dibatasi sekali yang bisa akses mas, aku aja gak punya Terang Raisa.

Tapi kalau untuk sekedar sample, dulu ada demo project yang diberikan Troy Company, kalau gak salah, aku masih ada detailnya, tunggu bentar ya
mas Lanjut Raisa sambil membuka handphonenya.

Kuperhatikan Raisa.

Cantik.

Energik.

Manja.

Menggairahkan.

Namun dibalik itu semua, rasanya tersimpan sesuatu yang lain. Suatu kepedihan yang dalam, yang coba disembunyikannya. Namun saat-saat tertentu, itu tak bisa disembunyikannya lagi. Saat..

Mas, detailnya ketemu! Aku kirim lewat email ya, email mas apa ya?

[emailprotected]
/* */, itu Is

Oke mas, detailnya aku kirim via email ya, duh, kok lama ya mas? Dah laper nih Keluh Raisa sambil memegang perutnya.

Kulihat kearah kasir dan tidak terlihat tanda-tanda kehidupan.

Mungkin masih disiapkan is, kitanya aja yang kepagian ne is Terangku.

Kulihat handphoneku dan kulihat email dari Raisa sudah masuk.

Kuforward email Raisa ke Erlina.

Dan akhirnya, sarapan kami datang.

Maaf lama nunggunya Kata pramusaji sambil meletakkan pesanan kami diatas meja.

Mari makan Kata Raisa, dan langsung melahap makanannya.

Saatnya berperang dengan seporsi nasi goreng!

Uhhhhh,,, penuhhhhhhh

Aku hanya bisa tersenyum melihat ekspresi kegirangan dari Raisa.

Wah, gak nyangka, kecil-kecil makannya banyak juga ya?

Salah mas juga tau, diajak main kuda-kudaan, eh , gak dikasi makan,,huhuhu Cibir Raisa.

Eh, mas tidur ngorok tau,hahahha Tawa polos Raisa terlihat begitu lepas.

Daripada kamu Is, tidurnya ngigo terus

Kulihat wajah Raisa yang tadi begitu ceria tiba-tiba berubah pucat. Bibirnya sedikit gemetar, terlihat begitu kontras perubahan wajah Raisa.
Aku gak bilang yang macem-macem kan mas? Tanya Raisa, tidak bisa menyembunyikan nada khawatir dari suaranya.

Kupandang mata Raisa, terlihat kepanikan disana.

Perlahan, berubah menjadi kesedihan.

Siapa Hendra Is? Tanyaku pelan.

Hening setelah aku menanyakannya pada Raisa. Terlihat dia memainkan sendok dipiringnya yang kosong. Beberapa saat berlalu, Raisa masih terdiam, belum menjawab apa yang kutanyakan.

Mata itu.

Mata yang memancarkan kesedihan.

Mata yang memancarkan ketakberdayaan.

Mata yang memandangku, dengan sendu.

Panjang ceritanya mas Jawab Raisa sambil menoleh kesamping.

Kita punya banyak waktu Is

Hendra, pacar Is mas Jawab Raisa pelan.

Tepatnya pacar yang terpaksa meninggalkan Is Lirih suaranya, membayangkan kesedihan yang mendalam.

Karena terhimpit masalah keuangan yang diakibatkan oleh hutang-hutang ayahnya, Mas Hendra terpaksa meminjam banyak uang dari rentenir. Bahkan rumahnya terpaksa dijual. Untuk membayar hutangnya, Mas Hendra bekerja keras dari pagi sampai malam

Raisa diam beberapa lama.

Kerja sebagai apa dia Is? Tanyaku, tak bisa menahan pertanyaan meluncur dari mulutku.

Pengacara mas. Dan dengan kerja kerasnya, hampir sebagian dari hutang ayahnya berhasil dilunasi. Hubungan kami berjalan harmonis, namun itu tak berjalan lama, sampai ayah Is mengetahui hubungan kami. Raisa terdiam dan menarik nafas panjang.

Ayah takut kalau Mas Hendra mendekati Is untuk mendapatkan uang Is saja. Jadi ayah mengajukan syarat, Mas Hendra harus punya rumah sendiri jika ingin berhubungan dengan Is, dan itu dalam waktu enam bulan. Mas Hendra bekerja seperti gila, namun itu terbayar lunas

Raisa terdiam lagi, sebelum mulai melanjutkan.

Is masih ingat ekspresi gembira Mas Hendra ketika memberitahu Is, kalau dia sudah bisa mencicil sebuah rumah yang sederhana. Dan masih terngiang bagaimana senangnya kami ketika Mas Hendra pindah kerumah barunya. Dan….

Raisa tersipu sebentar kemudian melanjutkan.

Dan Is masih ingat saat pertama kali menginap dirumahnya dan…dan kehilangan keperawanan Is. Rona merah muncul dipipi Raisa, senyumnya begitu tulus.

Rasa cintanya masih terlihat.

Walau hanya baru sebentar mengenalnya, aku tahu dia sangat mengingat kenangan bersama pacarnya.

Dan besoknya, Mas Hendra ditembak orang tak dikenal saat berangkat kerja dan meninggal saat dalam perjalanan kerumah sakit. Hanya sehari setelah dia berhasil memenuhi syarat ayah, hanya sehari!

Sebutir air mata mengalir turun dari sudut mata Raisa.

Namun dia menangis tak bersuara.

Sedikitpun tak terdengar isaknya.

Dan dia tersenyum!

Yang Is sesalkan, pelaku penembakan sampai saat ini belum bisa ditangkap pihak yang berwajib. Bahkan kasusnya ditutup karena kurangnya bukti dan saksi. Dan kemudian ayah mulai memaksa Is untuk berkencan dengan orang pilihannya!
Ketika Is menolak, ayah meminta Is bekerja dikantornya sehingga bisa mengawasi Is Sambung Raisa.

Dan beginilah mas, Is jadi suka bercinta dengan klien ayah, tentu saja yang Is suka, hanya untuk sekedar membalas perlakuan ayah yang melarang Is mempunyai pacar dan selalu mengatur hidup Is! Katanya dengan datar.

Menyedihkan kan mas? Tanya Raisa sambil mengusap air mata yang membasahi wajahnya.

Sebaliknya Is, kamu begitu tegar menghadapinya, walaupun, mas rasa revenge mu kurang tepat sasaran Jawabku spontan.

Hufffffttt,,,Is juga tau mas, tapi….

Tapi apa Is? Potongku tak sabaran.

Habis Is bingung mas, kalau lagi pengen ma siapa men maennya? Hihihi

Buset!

Ne anak, cepet banget berubah dari sedih jadi seneng.

Mas, ayo kepabrik, biar tidak terlalu malam nanti selesainya.Ajak Raisa.

Ayo Jawabku sambil beranjak bangun dan menuju kasir.

Setelah selesai membayar dikasir, kami menuju mobil dan bersiap melanjutkan perjalanan. Setelah sepuluh menit kami sampai di pabrik dari Alfa Medika.

Eh, Mbak Raisa, tumben kesini mbak? Tanya security yang menjaga dipintu gerbang.

Iya nih pak, nganter Pak Andri ini, mau ngambail gambar disini, minta ID level 1 dong pak, mau survey pabrik hari ini Jelas Raisa.

Iya mbak, tunggu sebentar mbak Sahut sisecurity sambil menginput data dikomputernya. Tak berapa lama, dia memberikan dua buah ID kepada kami.

Ini mbak, silahkan Katanya sambil membuak pintu pagar.

Thanks ya pak Sahut Raisa.

Kami menuju keparkiran. Setelah selesai memarkir mobil dan hendak keluar, Raisa menghentikanku.

Tunggu sebentar mas, Raisa pake make up dulu

Aduh. Dasar cewek!

Kulihat Raisa perlahan merapikan make upnya. Dengan pelan tangannya mengusapkan lipstik tipis kebibirnya yang tipis.

Bibir itu.

Bibir yang kemarin begitu ahli mengeroyok Andri junior dengan Tri.

Perlahan ingatanku melayang saat malam kemarin, ketika tangan mungil itu membelai penisku…

Ketika…

Author: 

Related Posts