Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 9

Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 9by adminon.Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 9Berbagi Suami Bule – Part 9 Welcome Home Tante Ocha By : Marucil Spoiler for Welcome Home Tante Ocha: Sore itu pukul 4 kami menunggu di terminal kedatangan Bandara Adisucipto, Kami menunggu Tante Ocha yang Seminggu ini pergi ke Jakarta bersama Mba Icha. Sembari menunggu kamipun iseng menggoda Pramugari yang hendak pulang. Satria yang paling […]

multixnxx-Blonde, Asian, Gonzo, Oiled, High heels, S-11 multixnxx-Blonde, Asian, Gonzo, Oiled, High heels, S-12 multixnxx-Brown hair, Long hair, 69, Asian, Pornstar-5Berbagi Suami Bule – Part 9

Welcome Home Tante Ocha
By : Marucil

Spoiler for Welcome Home Tante Ocha:

Sore itu pukul 4 kami menunggu di terminal kedatangan Bandara Adisucipto, Kami menunggu Tante Ocha yang Seminggu ini pergi ke Jakarta bersama Mba Icha. Sembari menunggu kamipun iseng menggoda Pramugari yang hendak pulang. Satria yang paling bersemangat menggoda walau berkali kali diperhatikan oleh keamanan Bandara. Eva trlihat sibuk dengan telpon dari seseorang yang ia terima. Nabila dan Dewi sedang asik berselfie ria hanya aku yang tak tahu harus bagaimana. Mungkin karena hari ini Energiku sudah sangat terkuras setelah melakukan hubungan intim bersama Eva plus Nabila. Menunggu memang sangat membosankan hampir saja aku tertidur karena bosan, hingga ketika pengeras suara memberitahukan bahwa Pesawat asal Jakarta sudah mendarat. Dan tak lama kerumunan penumpang keluar dari pintu terminal kedatangan. Terlihat dari jauh Dua wanita Cantik berjalan ditengah kerumunan, wanita dengan rambut ikal dan berwarna Merah dan Silver. Tampaknya aku mengenal dua sosok wanita itu. Dan benar saja Dua wanita cantik itu adalah Tante Ocha dan Mba Marisa. Aku hampir saja tidak mengenalinya. Tante Ocha mengganti warna rambutnya dengan warna Merah dan Mba Marisa dengan warna Silver.

“Yahhh ampun Tante Ocha tohhh ternyata, hampir ajaa gak ngenalin Tee” Nabila terheran dengan penampilan baru Tante Ocha
“haduh sampe segitunya gak ngenalin, apa segitu berubahnya sih Tante kan cuma ganti cat rambut” Jawab Tante Ocha tersenyum
“Kaliaan apa kabar, aduh makasih yahh dah pada jemput tante”
“Sama sama Tante” Semua serentak menjawab. “Kok diganti sih Tan warna rambutnya” Lanjut Satria penasaran.
“Ahhhh sekali kali dong cari suasana baru, ya kaann. Tapi tetep masih cantik kan” jawab tante sambil melepas kacamata coklatnya.

“Tante Ocha sih sampe kapanpun tetep Cantik, yo gak, Sini Tan aku bawain Kopernya” Satria sedikit merayu
“Huuuu, ngerayu tuh biar di kurangin uang bulananya” Ledek Nabila

Hahahahahahaha, Semua tertawa oleh pernyataan Nabila akhirnya kamipun menuju Mobil dan bergegas untuk menuju Restoran. Aku, Eva, Tante Ocha dan Icha berada di satu mobil sedangkan Anji, Satria Nabila dan Dewi dimobil yang satunya. Dalam perjalanan Aku banyak sekali bertanya tentang perjalanan Tante ocha seminggu kemaren dan Tante Ochapun bercerita mengenai kegiatanya. Icha terlihat sudah tidak tahan untuk merokok memutuskan untuk membuaka kaca, ia membakar sebatang rokok dan melepas jaket yang ia kenakan. Icha hanya mengenakan Tank Top berwarna Hitam. Terlihat sebuah Tato burung phoenix dilengan kirinya. Rupanya Mba Icha baru saja membuat Tato ketika di Jakarta.

“Wuiiih Tato baru yah Mba” Tanyaku penasaran.
“Iya Donk, keren gak gambarnya?” jawabnya
“Bagus kok bikin dimana mba”
“Ada di Studio Tato temen Gue, Tante juga bikin tahu”
“Ohh yaa tan,?” Aku sedikit Kaget

“Ahhh kamu Cha, kok pake dikasih tahu segala, kan mau buat surprice”Tante sedikit kesal dengan Mba ICha
“WEEEEEE,” Mba Icha meledek dengan menjulurkan lidahnya kearah tante Ocha
“emang gambar apaan Tante?” Tanyaku penasaran
“Udah nanti juga tahu kamu”

Aku cukup Syok mengetahui Tante Ocha menanam sebuah Tato di tubuh mulusnya, tubuh yang selama ini aku puja puja. Tetapi aku juga penasaran seperti apa dan dimana letaknya Tato itu. Tante Ocha maupun Mba Icha tidak memberitahukanya. Ketika kami bertiga tengah asyik membicarakan Tato baru yang dimiliki tante OCha, Eva terlihat terdiam. Mukanya sangat terlihat cangung dan serba salah. Aku yakin ini karena kejadian semalam dan tadi Pagi. Aku melihat dia di kaca spion, ketika dia melihatku juga kuberikan sebuah senyum, dan ia tahu persis maksud senyumanku itu dan dia balik membalas senyumku walau terlihat kecut. Aku tahu Eva akan merasa tidak enak dengan Tante Ocha karena sudah behubungan badan denganku. Karena Eva tahu aku dan Tante Ocha memang memiliki hubungan khusus. Walaupun sebenarnya aku tahu kalau Tante Ocha mengetahui kejadian semalam Tante tidak akan pernah marah dan tak sedikitpun mempermasalahkanya, tapi Tadi Eva memintaku untuk tidak memberitahukanya kepada Tante Ocha. Ya aku mengerti perasaan Eva atas situasi ini. Dan semua itu tak menjadi masalah bagiku, aku bisa menjaga semua rahasia.

Tak berapa lama kami sampai disebuah Restoran langganan Tante Ocha. Kami semua turun dan memesan sebuah meja besar untuk kami semua, tante ocha memesan makanan begitu pula dengan kami. Tante memang kerap mengajak anak anak yang tinggal di Kosnya, mungkin hampir setiap bulan dia mengadakan makan bersama seperti ini. Memang terlihat pemborosan, tapi dengan itu anak anak yang kos dirumahnya menjadi rajin membayar uang bulanan dan tak ada satupun yang pernah telat. Rupanya itu salah satu Trik Tante untuk menjaga keharmonisan dirinya dengan semua penghuni kosnya. Sembari Menunggu makanan datang kami lagi dan lagi saling bercanda, memang inilah yang selalu kita lakukan ketika sedang makan bersama seperti ini. Layaknya sebuah keluarga kamu tak pernah membuat suasana menjadi garing dan membosankan.

Satu persatu Tante menanyai kapan kami akan mudik kekota masing2 mengingat ini sudah memasuki waktu liburan semester. Dewi dan Nabila ternyata akan pulang besok siang dan Satria akan pulang besok pagi sementara Anji tetap tinggal karena memang dia bekerja di Jogjakarta. Eva nampaknya akan pulang minggu depan dia mengaku ada pekerjaan hari Kamis besok. sementara aku sendiri berencana untuk pulang hari Rabu karena Ibu dan Ayahku sudah berkali kali menelponku untuk pulang. Saat saat seperti ini Tante Ocha terlihat seperti orang tua kamu. Dia menanyakan keluh kesah kami, bahkan dia juga menanyakan nilai Ip kami Semester ini. Bahkan Satria mendapat marah oleh tante Ocha karena ada satu matakuliahnya yang mendapat nilai D. Karena peraturanya bagi yang kedaatan mendapat nilai jelek akan diberi hukuman oleh tante Ocha, bisanya hukumannya adalah dengan bersih bersih seluruh ruangan di Rumah Kosn Blue Heaven. Terlihat konyol sih, tetapi itulah ketegasan yang berusaha ditegakan oleh Tante Ocha didalam rumah Kosnya, dia tidak mau anak anak menjadi bodoh.

Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Tidak seperti tadi sore yang cukup ramai didalam mobil, kali ini suasana cukup hening mungkin karena Tante Ocha dan mba Marisa lelah setelah perjalanan dari Jakarta. dan Eva aku tahu persih dia kelelahan karena apa karena aku juga merasa lelah akan hal yang sama. Ketika sampai kami membantu membawa barang bawaaan Tante Ocha yang cukup banyak. Satelahnya kami juga kembali ke kamar masing2 tante Ocha juga Hendak Mandi katanya. Dewi dan Nabila tengah sibuk membereskan barang bawaaanya untuk besok pulang kampung. Ketika itu aku ngobrol dengan Eva tentang kejadian Semalam, tak lama Nabilapun bergabung dia pun sudah berjanji agar jangan sampe ada orang yang tahu terutama Tante Ocha. Setelah itu aku dan Eva lanjut ngobrol sambil berjalan menuju ruang Kumpul

“Vaa kamu gak jadi pulang hari selasa apa? katanya udah pesen tiket ?” Tanyaku mengnai kepulangan Eva.
“Gak jadi Bass ada kerjaan gue, biasaa laahh lu kan tahu kerjaaan gue apaan.” Jawab Eva sambil mengikat rambutnya
“Ada yang booking kamu yah Va? Siapa?” tanyaku balik
“Katanya sih ada pengusaha gitu, cukong dia berani bayar mahal makanya gue ngiyain, kalau kaga mah ngapain gue ambil,”
“Ohh gitu”

“Ihhh gitu doank tanggepanya masa”
“Yaaa abis mau kasih tanggepan apa lagi coba, hahaha”
“Ihhh rese, ngeledek ini mah namanya”

“sensi Amat sih mba pecuun”
“RESEE luuu Bass” grutu Eva sambil mencubit perutku

Ketika kami sampai diruang Kumpul, Anji, Satria dan Marisa sudah ada disana, Marisa tampak segar, aku duduk disampingnya karena penasaran dengan tato barunya. Mba Icha ini memamng memiliki Tato dibeberapa bagian tubuhnya dan memang terlihat bagus diaplikasikan ditubuh langsingnya. Aku memperhatikan setiap detail tato Phoenix yang masih sedikit memerah karena memang baru beberapa hari membuatnya. Tak lama Tante Ocha juga turun dari rumahnya, dia menyapa kami dengan hangat. Malam ini dia mengenakan setelan gaun tidur motif kembang2. Rambut merahnya ia ikat karena sedikit basah. Tante membawa beberapa paper bag entah apa isinya

“Si Dewi sama Nabila kemana” Tanya Tante membuka obrolan
“Masih diatas Tante lagi packing mereka” jawab Eva
“Oh iya mereka pulang besok yah, kalau begitu minta tolong panggilkan sayang, ada sesuatu yang mau tante kasih nih” pinta Tante
“Oh iya, bentar yah nte”
“Dewww, Bii dipanggiill…. ” teriak Eva sambil naik kelantantai dua

“Loh kamu gak packing juga Sat?”
“Halah ngapain pake Packing segala toh tan, wong deket kok tinggal plarakan juga nyampe, hehehe”
“Halaah kamu iki toh, dasar ae males koe leeh.”
“kii buaat kamu”
“Opo iki tan?” Tanya Satria Penasaran dengan bungkusan yang diberikan tante.
“oleh oleh, ki juga buat kamu Nji”

“Tante ki repot repot ae pake beli oleh oleh segala,”
“Halaaah sekali kali toh yo apa apa”

“Nah ini buat Bastian, oh ya kemaren Tante ketemu Ibu kamu loh”
“Oh yahh, dimana tante?”
“Di Mall ini waktu beli ini, ibu kamu lagi jalan jalan sama Ayah kamu, ibu kamu nanyain kamu kok betah nda pulang2 padahal dah liburan”

“hehehe”

“halah malah nguyu ki bocah.”

“Haloooo tanteee, mau kasih oleh oleh nih pasti” sorak Nabila bersemangat
“Halah kamu ni tahu aja kalau masalah ginian”
“NABILAA” sambil tertawa

HAHAHAHA

“Yah udah tante mau naik lagi yah, pengen Istirahat capek, oh iya Nabila, Dewi besok pulangnya hati hati yah, takutnya besok pas kalian mau pulang tante belum bangun”
“Salam juga buat mamah yaah”

“Iya Tan Dewi juga pamit sekalian deh kalau begitu”

“Eh Cha, titipan buat mba Nadia ada sama kamu toh?”
“OH iya ada dikamar, ntar Icha Anterin keatas deh” jawab Icha.
“Ohh ya wiss, semuanya Tante masuk dulu yah, pada istirahat loh.”

“Iyaaa tante, tante juga Istirahat yaah,”

Selamat malam
__________________________
Dewi dan Nabila kembali kekamarnya untuk melanjutkan packing barang, aku, Mas Anji, Eva dan Satri Masih melanjutkan menonton TV. Rasanya badan lelah sekali namun mata belum ingin terpejam, ditambah film yang sedang ditayangkan di jaringan Star Movie sedang bagus. Mba Icha menyapa kami sesaat, dia membawa titipan Tante Nadia ke Rumah Tante Ocha. Satu persatu akhirnya menyerah juga Mas Anji memutuskan untuk tidur karena besok harus bekerja, Satria sudah sedari tadi tertidur di Sofa. Dia memang sering sekali tidur di Sofa bahkan pernah kita kerjai ketika dia tidak mau pindah dari singgah sananya. Eva sudah Nampak lelah sekali, wajahnya berkali kali terantuk.

Vaaaa, tidurr sanaa dah capek tuh kamu.
Ahhhh, iya iya, ini juga dah mau naik kooook, lo kaga tidur Bas?
Aku mah entar ajah ah, baru juga jam segini Balasku.
Ya dah gue tinggal yah bas
Yaaah, gak perlu aku anter kan, Tanyaku
Yah elah mang gue anak kecill apa pake dianter segala
Hahahaha

Nite Bas. Sapa Eva
Nite Eva Balasku.
Evapun naik kekamarnya. Dan ini kesempatan bagiku untuk menuju Ruang Tante Ocha, aku memang sengaja menungu yang lain pada masuk dulu, karena memang aku gak pernah mau terjadi kehebohan ketika aku sedang bersama tante ocha. Tetapi Mba Icha sedari tadi masih disana, apa yang mereka lakukan yah, aku menjadi penasaran akhirnya aku buru buru menuju ruangan Tante Ocha. Aku masuk kedalam ruangan yang selama setahun ini menjadi tempat bermain faforitku. Ketika aku memasuki ruang Tamu Rumah tante Ocha aku melihat Mba Icha sedang duduk dibelakang tubuh tante, mengoleskan kream dipunggung Tante Ocha yang bergambar.
Ehhhh ayaang Tiaan, sini kamu ditungguin dari tadi juga nda naik naik.
Kudekati tante dan kukecup keningnya. Muaachhh.
ohhh jadi ini tok tan Tato barunya,Tanyaku ketika melihat Tato bergambar Peri tengkorak dan bunga.yang berada dipunggung sebelah kanan.
Iya , bagus gak gambarnya, Ini gambar kamu loh.
bagus Tan, masa sih gambar yang mana ganyaku bingung.
mosok sama gambar sendiri lupa, itu lah yang tempo hari kamu gambar dibuku Tante waktu kita lagi direstoran itu loh, ingget nda
ohhh iya iya, tapi kok dijadiin Tato sih Tan apa nda sayang
Ya tante sih udah lama banget kepengen bikin Tato, Cuma baru sekarang aja kesampean. Kemaren lihat si Icha bikin tato baru tante jadi kepengen.

Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Dalam hati bangga juga gambar isengku diabadikan diatas kulitnya yang mulus. Entah apa maksud sebenarnya tapi aku cukup senang itu sudah menjadi bukti kalau Tante perhatian sama aku.
Eh Mba, itu merah merah gitu apa gak infeksi
Yah kalau baru emang kaya gini, makanya ini dikasih kream, kalau ini mah Cuma gambar dasarnya bas dua hari lagi juga dah kering. Nah udah selesai tan tinggal di balut. Sambil membalut dengan kain tipis lalu membenarkan gaun tidur tante. Tante Ocha pindah menuju tempat tidurnya dan duduk dipinggiran kasur. Akupun menyusul dan duduk disebelahnya. Lalu Mba Icha menuju kamar mandi untuk mengganti pakaian.
Kamu malam ini bobo sini yah sama Icha juga, jarang kan kita bobo betigaPinta tante dengan nada genit.
Iyaa tante sayang, Tian juga kangen soalnya sama Tante. Jawabku sambil mendekap perutnya.
Kangen sama tante, apa ininya Tante Sambil tanganya mengarahkan tanganku diatas Vaginanya yang masih tertutup Gaun tidur.
Heeeee, Dua duanya, Muuaccchhh. Ku cium pipinya dengan sentuhan lembut dan terus kupeluk tubuhnya. Seminggu ditinggal olehnya serasa lama sekali. Dan memang jujur saja aku memang kangen oleh belaian dan sentuhan lembut tubuh tante.
eheeem, baru ditinggal sebentar udah mesra mesraan aja nih Icha sedikit menggoda ketika keluar dari kamar mandi dengan mengenakan daster tidur sepaha yang super tipis hingga aku tahu ia tidak mengenakan dalaman. Bulu jembutnya yang tak kalah lebat dari Tante Nampak samar samar terlihat serasi dengan sejumlah tato dikulitnya yang putih.
yeee biarin dong mba, namanya juga lagi kangen yaw ajar dong kalau kaya gini. Balasku sambil terus memeluk tubuh tante dari samping kiri. Lalu Mba Icha duduk disebelah kanan tante. Tak sengaja mataku tertuju pada tubuhnya yang menerawang.
Kenapa lo lihain gue, nafsu yah lu ma gue? Icha ngeledek.
Yah Aku nafsu juga belum tentu kamu juga nafsu kan mba
hehehe iya juga sih
Kamu ini ada ada sih Cha. wee biariiin, Muaacchhh Icha memberikan ciuman singkat dibibir Tante Ocha dan langsung memposisikan diri disisi kiri tempat tidur. Tantepun menempati sisi tengah dan aku disebelah kanan. Lampu Kamar mulai redup hanya lampu tidur disetiap sisi Kasur saja yang menyala. Aku dan Mba Icha berebut memeluk tubuh tante Ocha seolah ingin memiliki untuk seorang diri.
Kalian ini ngapain sih pake rebutan meluk tante segala

“Kan Tian masih kangen Tantee!!” sembari lenganku memberikan belaian manja ditubuhnya.
” Apa gak boleh Tian meluk Tante sampe pagi?” tanyaku merayu.
“Yah boleh, tapi yo klo sampe pagi tante dikekepin koyo ngene yo tante sesek napas toh lee” Jawab Tante sambil mencubut hidungku.
Tiba tiba Tante bangun dan menyenderkan punggungnya.
“Kalian dah ngantuk belum sayang?”
“Belum lagian masih jam sembilan juga sekarang, Kenapa memangnya Nte,?’ Jawabku dan Mba Icha senada.
“hmmm Tante kepengen ngobrol aja sih sama kalian. Udah jarang kan Kita ngobrol serius?”

“Ya elah Tan Tan, mau ngobrol mah tinggal ngobrol, kan kita setiap hari juga ngobrol kan” Jawab Mba Icha sambil bangkit juga.
“Iya nih tumben sok serius” Lanjutku sambil duduk sila disampingnya.

“Yahh bukan gitu, kan selama ini kalau Tante ngobrol sama kalian kan yahh paling cuma becandaaan dan gak jauh jauh toh dari urusan ranjang. Tante kepengen ngobrol yang lebih serius” Lanjutnya panjang sambil membenarkan Baju tidurnya yang kedodoran.
“Yah udah kita duduk diSofa aja deh kalau begitu” Ajak Mba Icha. Lalu kami semua beranjak dari tempat tidur dan menuju Sofa diruang Tamu pribadi Tante Ocha. Mba Icha mengambilkan segelas air utih dan memberikan kepada Tante.

“Nih minum dula dah biar enak, emang mau cerita apaa sihh tante ini. Kok Tumben banget dah” Tante menerima gelasnya dan meminumnya sedikit lalu ia tersenyum
“hmmmmm”

“Bastian, Marisa, Tante kepengen kalian Jujur sama Tante. Kalian ini kan berhubungan sama Tante sudah Lama. Icha hampir 6 Tahun dan Bastian sudah mau setahun ini kan bersama Tante. Dan Tante Percaya kalian nyaman sama hubungan ini. Tapi apakah kalian pernah merasa terbebani dengan hubungan seperti ini?”
Terutama kamu Bastian. Tiba tiba Tante merasa bersalah berhubungan sama kamu. Kemarin waktu Tante bertemu Ibu kamu, Tante mikir, Ibu kamu itu sahabat baik Tante dari dulu, Kok tante Tega merenggut kamu dari Dia, Tante buat kamu jadi seperti sekarang ini. Tante merasa berdosa sama Ibu kamu nak. Tante menjlaskan panjang.

“Huufff, Tante udah berapa kali kita bahas seperti ini coba, dan tante udah tahu jawabanya kan. Icha ngelakuin ini karena Icha suka, karena Icha Nyaman dan karena Icha juga sayang sama Tante, Aku sayang sama Kamu. Gak pernah sedikitpun aku berniat menyakitin hati kamu Tan. Dan selama ini 6 tahun ini apa iya Icha pernah protes kalau Tante gonta ganti brondong, dipake orang sana sini, digilir, di gangbang. Apa Icha pernah marah, enggak kan.Walaupun dalam hati Icha kadang gak suka kalau ada laki laki brondong masuk buat nikmatin memek dan uang tante doang, tapi Icha terima itu semua, karena Icha sayang sama Tante. Jadi pertanyaan itu gak perlu lagi deh dibahas. Apapun yang terjadi, Icha bakal terus ada sama Tante”

“Dan sekarang ada Bastian, Jujur awalnya Icha gak suka atas kehadiran Bastian, Icha pikir kehadiran Bastian akan sama dengan Brondong2 Tante selama ini, yang cuma datang kalau kepengen nikmatin memek tante, atau merengek minta duit. Tetapi kelamaan Icha Sadar kehadiran Bastian membawa dampak lebih, kehadiran Bastian membuat tante berubah drastis, Tante sudah gak lagi setiap malam bergonta ganti cowok. bahkan sekarang dah jarang nerima Undangan Pesta Sex dari temen temen Tante. Aku seneng Tan tante bisa sedikit berubah, makanya aku juga suka Ada Bastian disisi Tante selain aku.” Cukup Panjang Mba Icha mengutarakan isi hatinya, matanya mulai berair. Hal itu sontak membuat suasana seketika menjadi tegang dan hening. Tante Ocha mendengarkan dengan senyum terharu dan sedikit tetes air mata. Aku mengusap undak tante ketika Mba Icha berbicara mengenai dirinya.

“Jujur yah Tante, memang yang merubah Icha menjadi sekarang ini adalah Tante, yang merubah Icha dari Cewek normal menjadi Lesbian juga Tante. Tapi Icha gak pernah sedikitpun menyalahkan Tante, karena ini sudah mendadi pilihan Hidup Icha. Icha menikmati hidup sebagai seorang Lesbian itu demi Tante”

“Bener kata mba Icha, Tante gak usah merasa nda enak sama Ibu, karena dalam hal ini Ibu sama sekali gak ada hubungannya. Hubungan kita hanya ada aku sama Tante. Dan kalau tante tetap merasa nda enak sama Ibu kan kita bisa menjaga rahasia ini berdua. Tian ngelakuin ini gak terpaksa, sejak awal Tian ketemu tante dan sejak awal Tante ngajarin Tian bagaimana caranya Onani dan sekarang hampir setiap malam tante ngajakin Tian buat Ml. Tian sekalipun gak pernah merasa terpaksa atau bahkan terbebani. Tian nelakuin ini karena tian suka karena Tian mau, sekarang Buat apa Tian mau disuruh nemenin Tante kalau ada Pesta Sex di Jakarta, atau waktu itu Tian disuruh nemenin Tante Natasha dan Ml didepan mata tante, itu karena tian sayang sama Tante, Tian pengen tante bahagia, makanya Tian mau melakukan apapun itu asal tante juga suka, asal tante tersenyum, asal tante Bahagia. Bagi Tian Cuma itu”

Hikkss hikks. Tante Ocha terlihat tersendu dan meneteskan air mata mendengar jawaban kami berdua.
“Maafin Tante yah, gak tahu kenapa tante sampe kepikiran hal itu, makasih kalian berdua udah mau sayang sama Tante, udah baik sama tante, walau terkadang tante banyak maunya. Pokoknya mulai sekarang kalau ada yang merasa ingin diucapin jujur aja sama tante, gak usah ditutup2in. Tante gak mau apa yang kalian simpen dalam hati kalian menjadi beban. Tante mau melanjutkan dan menjalankan hubungan ini dengan saling percaya.” Hanya itu Jawaban yang keluar dari mult Tante Ocha, air matanya makin deras mengalir dan membasahi pipinya.

Lalu tiba2 Mba Icha dengan Sigap mencium Bibir Tante Ocha lalu terjadilah ciuman yang cukup basa dihadapanku. Aku merangkul mereka ketika mereka Berciuman, ku udap rambut keduanya agar mereka merasa nyaman. 5 menit mereka berdua berciuman dihadapanku, ketika mereka melepasnya terlihat muka mereka sudah banjir oleh air mata masing masing. Merekapun menatapku bersama, lalu ku peluk mereka berdua dengan erat.

“Hmmmm, air matanya asiiiin” Canda Mba Icha
“hiiiihiii” “Kamuuuu” sambut tante Ocha
“Udahh dongg jangan pada nangis mukanya jadi Jeleeek tuhh. Hiiiii” Aku sedikit meledek mereka.
“Ihhhhhhhh nakal yaah” Cubit Mba Icha

“Ihhhh Mba icha ini demen banget dah nyubit aku”
“Yeee suka suka gue dong” weeeee balas Mba Icha

“Udah Udah, Tante gak bakalan Nangis lagi dan gak bakalan sedih kaya gini lagi. Tante Janji, pokoknya bakalan terus bahagia buat kalian berdua”. “Dahhh sekaranggg gak ada nangis nangisan lagi okeee” Lanjut Tante.
“Nah gituuu dong baru Tantenya Tian” Muachhhhhhh, ” berarti kemarin dijakarta gak ada Pesta Sex dong” lanjutku sambil merangkul lehernya.
“Ihhh kamu ini, kok tiba tiba tanya kayak gitu, Tanya aja Icha kemarin gak ada yah wong cuma acara Formal kok. Malahan Icha tuh dapat kenalaan Baru”
“TANTEEE” Sanggah Mba Icha

“Lagian kalau dateng ke Pesta Sex tanpa kamu kurang lengkap rasanya, hihihi”
“Lah terus ini siJunior selama seminggu gak diajak main dong, aduhhh kasihhhaannn” Lanjut tante sambil memegang batang penisku dan seolah mengajaknya berbicara.
“HMmmmmm ituuuu” Jawabku membisu

“Ituuu kenaa TIann”
“Anuuu” ” Hmmm” Aku semakin kikuk dan bingung.

“Anu , Itu Pasti ada yang ditutup2in deh” Jawab Tante sambel mengeluarkan tatapan yang selama ini membuatku Luluh

“Ahhh iya deh, Tian mau jujur. Tapi Tante jangan marah yah kalau Tian kasih tahu ini. Dan sebenarnya Tian udah janji gak akan ngasih tahu ini, Tapi kalau Tian gak kasih tahu Tian jadi ngerasa gak enak sama Tante.”
“Apa yo pernah marah sama kamu Leeh? Sok bilang aja tante gak marah kok”

“Jadiiii, semalem itu Tiaan Eeemm llll, ML sama Mbaa E Evaa…” Jawabku terbata2
” Whaaattsss seriuss loo” Mba Icha kaget dan langsung pindah disebelahku.
” Kokk bisa sih Lo Ml sama si Evaaa?”Tanya mba Icha penasaran.
“Iya kok kamu bisa gituan sama dek Eva Sayang, lo gimana kamu ngajaknya.?” lanjut Tante yang tak kalah penasaran

” Tian gak ngajakin kokkkk, semuanya terjadi karena gak sengaja, Jadi gini ceritanya tuh semalem Tian sama anak anak main Truth and Dare……”
Aku menjelaskan semua kejadian aku dan Eva semalam setiap detailnya tanpa ada sedikitpun yang aku tutupi. Mba Icha terlihat bengong ketika aku menceritakanya. Mungkin Dia hanya tidak percaya aku bisa berhubungan dengan Eva.

___________
“Jadii gitu cerita sesungguhnya, maaf yah tante Tian ngecewain Tante kali ini”
” Gak perlu merasa begitu ahhh, Tante kan gak pernah ngelarang kalian berhubungan dengan orang lain yah kan” jelas tante.
“Pantesan Tadi sore si Eva kaya kelihatan diem gitu, eh taunya habis ngentooot toh sama eluu, Ciee yang habis ngentot 3 Ronde” Mba Icha mencoba meledeku samblik bergelendotan di pundaku.

“Gak apa apa kok sayang, kamu mau ngentot sama siapapun juga, asal kamu mau jujur sama Tante, jangan sampe diem diem aja, Tante gak suka kalau ada yang ditutup2n”
“Iya tante Tian gak bakal nutup nutupin sesuatu lagi dari Tante, Tian bakal terbuka” ” Hmmm Jadi Semalem tuh bukan cuma sama Mba Eva tadi tadi Pagi Tian juga ML sama Mba Nabila” Lanjutku langsung berbicara Jujur.
“Tuhhhh kann, ternyata sama Nabila juga, bilangnya cuma sama Eva, bandelll yahh ini Juniioorrr baru ditinggal seminggu udah dapet 2 Tempik ajaa yaaah” Tante lantas meremas Penisku, remasan yang selalu menjadi jurus andalan untuk melumpuhkanku.

“Aghhhhhh ampun ampun jangan diremesss ampuuun” Aku mencoba memohon
“Udahhhh Tan, Diremes aja sampe putus sekalian, ahahahaha” Mba Icha ikut tertawa melihat aksi Tante Ocha.
“Iyaaa Ampuuun gak lagi lagi, nggak lagi, Tapi kalau sekali lagi nggak apa2kan?hihih” ” Awwwwwwwww” Tante makin keras meremas Penisku hingga terasa sangat Nyilu dan cukup sakit. Namun tak lama tante melepasnya lalu memeluku sambil mencium keningku

” Berondonya tante sekarang udah Nakal yaahhh”Bisik Tante dengan nada yang sangat manja ditelingaku.
” Kan Tante Girangnya Tian yang lebih nakal duluaaan” Jawabku dengan nada merayu.
“Ihhh masa tante di katain Tante Girang masa Cha?” protes tante
“Lahhh emang iya kan tuh rambutnya merah kaya tante girang” Jawab Icha bercanda.
“hahahaha, bukan mba kalau itu mah jadi mirip Penyanyi Dangdut, kaya Trio Macan”

HAHAHAHAHAHA. Aku dan Mba Icha tertawa karena berhasil meledek Tante Ocha. Tante hanya memanyunkan bibirnya ketika kami tertawa. lalu kukecup bibirnya agar dia tidak manyun lagi.

“Ohh iya Tante, Tadi Tante sempet bilang kalau waktu dijakarta mba Icha punya kenalan baru, itu siapa tan, ceritain dong?” Kini aku mulai menginterogasi.
“Ohh iya tante jadi inget mau ceritaa”
“aaahhhh jangaan, pleaseee jangan ceritain ke tiaan tante pleasee” Rajuk Mba Icha
” Wahhh kayaknya seru nih, inget lih mba gak boleh nutup nutupin sesuatu, termasuk yang ini yah gak tante”
“Iyaa bener kamu Tian” Tante senyum lebar melihat Icha ngambek akan rahasianya yang akan dibongkar oleh Tante Ocha

“Udah tan ceritaaa aja, Tian pengen Tau” Aku makin Penasaran
“hmmm Jadi gini, waktu dijakarta kemarin kan kita ketemu Mba Natasha, terus kita dikenalin sama anak buahnya yang ngelola butknya dia. Orangnya Cantikk banget bas namanya Vivi.” Sementara Tante bercerita, Mba Icha terus memohon mohon untuk tidak dilanjutkan cerita itu

____________________

“Nah ternyata Icha naksir Bas sama Vivi”
“Gue gak naksir cuma kagum ajaa kok” bantah Icha
” Nah terus pas malemnya mereka dugem tuh, tante gak ikut tante tinggal dihotel kan. Terus tengah malem mereka pulang udah agak sedikit mabuk tuh dua duanya,terus tante lihat deh mereka mesra mesraan hmmmm pokoe hot deh Bas”
“Ohhh Jadi mba vivi Lesbi juga Tan? aku makin penasaran. Lalu mba icha memutuskan untuk pasrah apapun yang diceritakan Tante Ocha
“Hmmm denger dulu ceritanya” Lanjut Tante
“Jadi yang namanya VIvi itu kamu tahu gak, punyaaa, hmmm Punyaa TITIT” hal itu bener membuatku terkejut, benar2 tekejut

“Appp, serius tan, jadi yang namanya VIVI itu Waria, Wariaa” Dalam hati aku sudngguh ingin tertawa terbahak2 namum melihat muka Mba Icha yang nampak malu aku menjadi iba namun tak apa lah.

“HAHAHA Mbaaa ichaaa ML sama Bencong, hahahaha”
“Udah ahh bas jangan ngeledekin Icha terus kasihan tuh bibirnya udah manyun” Lalu Tante pindah kesebelah Mba Icha.
” Maaf yah tante cerita ke Bastian habis tante gak kuat nyimpen ini sendirian”
” Ahhh tahu ah bete aku, Itu Aib tahu gak” ” Lagian pake diceritain segala ahhh tante maaah” Icha masih sedikit ngambek
“uduuuh sicantik ngambek ki, udah dong” rajuk Tante Ocha

“Iyaaa tapi kan gue gak sadar pas ngelakuinnya, tau sendiri waktu itu kan gue mabok. mana gue tahu dia ternyata punya Kontol, tau tahu juga pas paginya ngelihat dia ada tonjolanya”
“tapiii enak kan mba digenjot sama Banci? gimana kontolnya gede gak”
“enak enak palalu peang, Kontolnya kecil kaya punya lo. puas”
“Hmm kaya pernah ngerasain ajaa punya aku, hmmmm ”

“Jangan ngarep deh”
hahaha

Akhirnya Mba Icha mengungkapkanya semua. dan yang lebim mencengangkan ternyata, Tante Ocha merekam seluruh adegan persenggamaan Mba Icha dengan Vivi yang ternyata seorang Waria. Icha tidak marah dengan semua ini dia hanya merasa malu. Namun dengan sedikit rayuan mau dari Tante Ocha suasana menjadi Cair lagi. Kami kembli ke Tempat Tidur dan melanjutkan perbincangan disana. Akhirnya malam ini kami akhirny dengan melakukan Foreplay bersama sebelum akhirnya kita memutuskan untuk tidur karna seharian ini memang sangat melelahkan. Namun dibalik rasa lelah yang kami alami. Ada kenikmatan yang kita peroleh. Kenikmatan karena kita dapat saling berkata jujur dan lebih mempercayai satu sama lain. Perbincangan malam ini membuat kita sadar bahwa hubungan yang selama ini kita jalani tidak hanya sebatas hubungan Nafsu dan Birahi namun lebih dari itu. Hubungan yang kita jalani adalah hubungan cinta, kasih, dan juga hubungan layaknya seorang Ibu dan Anak. Hubungan yanga hanya bisa dimengerti ketika semuanya saling percaya. Dan malam ini kita sepakat Kita akan senantiasa Saling Percaya dan melindungi satu sama lain.

Author: 

Related Posts